Pernah melihat harga Bitcoin di satu website lebih tinggi daripada di platform lain, padahal keduanya diperiksa pada waktu yang hampir bersamaan? Perbedaan ini cukup sering terjadi dan bisa membingungkan pembaca yang sedang memantau pasar aset digital. Ada yang menganggap salah satu platform menampilkan angka keliru, padahal selisih harga dapat muncul secara wajar akibat mekanisme perdagangan, likuiditas, kurs mata uang, dan metode pengolahan data yang berbeda.
Bitcoin tidak diperdagangkan melalui satu pasar terpusat yang menetapkan satu harga untuk seluruh dunia. Transaksi berlangsung di berbagai bursa, masing-masing dengan pembeli, penjual, volume, serta kondisi pasar sendiri. Akibatnya, harga Bitcoin yang terlihat di layar merupakan cerminan aktivitas pada pasar tertentu atau hasil penggabungan data dari beberapa sumber.
Memahami penyebab perbedaan ini membantu pembaca menafsirkan data dengan lebih tepat. Terlebih, angka yang muncul pada halaman pemantauan harga belum tentu sama dengan harga transaksi yang benar-benar tersedia ketika seseorang memasang pesanan.
Bitcoin Tidak Memiliki Satu Harga Global yang Mutlak
Berbeda dari barang yang memiliki satu daftar harga resmi dari produsen, Bitcoin diperdagangkan secara terpisah di banyak platform. Setiap bursa mempertemukan pesanan beli dan jual dari penggunanya, sehingga harga terbentuk berdasarkan interaksi permintaan dan penawaran di pasar tersebut.
Mekanisme permintaan dan penawaran
Bayangkan Bitcoin diperdagangkan pada harga Rp1,65 miliar di Bursa A, sedangkan di Bursa B harganya Rp1,652 miliar. Selisih Rp2 juta itu dapat muncul karena pesanan pembeli dan penjual di kedua bursa tidak sama.
Jika lebih banyak pembeli bersedia membayar harga tinggi di satu pasar, transaksi berikutnya bisa terjadi pada tingkat harga yang lebih tinggi. Sebaliknya, tekanan penjualan yang lebih besar dapat membuat harga transaksi di pasar lain berada sedikit di bawahnya.
Perbedaan tersebut bukan berarti Bitcoin memiliki nilai dasar yang berbeda di setiap bursa. Harga yang terlihat mencerminkan kondisi perdagangan pada tempat dan waktu tertentu.
Harga terakhir berbeda dari harga yang tersedia
Hal lain yang perlu dipahami adalah perbedaan antara harga terakhir, harga beli terbaik, dan harga jual terbaik. Harga terakhir menunjukkan nilai transaksi paling baru yang tercatat, sedangkan harga beli dan jual terbaik merujuk pada pesanan yang sedang menunggu di order book.
Sebagai contoh, harga terakhir Bitcoin tercatat Rp1,65 miliar. Namun, pesanan jual terendah mungkin berada di Rp1,651 miliar, sementara pesanan beli tertinggi berada di Rp1,649 miliar.
Ketika seseorang melihat harga pada website, angka yang ditampilkan belum tentu merupakan harga yang dapat langsung diperoleh untuk seluruh jumlah transaksi. Kondisi order book dan besarnya pesanan turut menentukan harga eksekusi.
Likuiditas Membuat Selisih Harga Berbeda
Likuiditas menunjukkan seberapa mudah aset diperdagangkan tanpa menimbulkan perubahan harga yang berarti. Bursa dengan banyak pesanan beli dan jual yang tersebar pada berbagai tingkat harga umumnya memiliki pasar yang lebih dalam dibandingkan pasar dengan sedikit pesanan.
Pengaruh kedalaman order book
Misalnya, Bursa A memiliki banyak pesanan jual Bitcoin di sekitar harga Rp1,65 miliar. Sementara itu, Bursa B hanya memiliki sedikit penjual pada tingkat harga tersebut dan pesanan berikutnya berada jauh lebih tinggi.
Jika muncul pesanan beli berukuran besar, transaksi di Bursa B dapat menghabiskan pesanan jual yang tersedia pada harga terendah. Pesanan kemudian dipenuhi pada tingkat harga berikutnya, sehingga harga rata-rata transaksi menjadi lebih tinggi.
Kondisi ini dikenal sebagai market impact, yaitu pengaruh suatu transaksi terhadap harga pasar. Besarnya dampak bergantung pada ukuran pesanan, kedalaman pasar, dan kondisi likuiditas saat transaksi berlangsung.
Spread juga memengaruhi harga transaksi
Spread adalah selisih antara harga jual terendah (best ask) dan harga beli tertinggi (best bid). Spread yang sempit biasanya menunjukkan jarak harga beli dan jual yang lebih kecil, sedangkan spread lebar dapat meningkatkan perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga transaksi.
Dua bursa bisa menampilkan harga terakhir yang hampir sama, tetapi menawarkan kondisi eksekusi berbeda. Karena itu, membandingkan harga saja belum cukup untuk menggambarkan biaya transaksi secara keseluruhan.
Pasangan Perdagangan dan Kurs Mata Uang
Bitcoin diperdagangkan dalam berbagai pasangan, seperti BTC/USDT, BTC/USD, dan BTC/IDR. Setiap pasangan memiliki karakteristik pasar dan sumber pembentukan harga sendiri.
Mengapa harga BTC/IDR berbeda dari BTC/USD?
Harga BTC/IDR dipengaruhi oleh nilai Bitcoin dalam rupiah, sedangkan BTC/USD menggunakan dolar Amerika Serikat sebagai mata uang kuotasi. Ketika harga Bitcoin dalam dolar dikonversi ke rupiah, hasilnya juga dipengaruhi kurs USD/IDR yang digunakan.
Sebagai ilustrasi, apabila Bitcoin bernilai US$100.000 dan jika kurs acuan berada di Rp16.500 per dolar, nilai konversi sederhananya adalah Rp1,65 miliar. Namun, harga BTC/IDR yang benar-benar tersedia di bursa lokal bisa berbeda karena permintaan dan penawaran domestik, biaya perdagangan, serta selisih antara kurs acuan dan kurs yang tercermin dalam pasar.
USDT juga tidak selalu diperdagangkan tepat pada nilai US$1 di setiap pasar. Jika harga USDT sedikit di atas atau di bawah nilai tersebut, konversi harga Bitcoin dari BTC/USDT ke rupiah dapat menghasilkan angka yang berbeda dari perhitungan menggunakan BTC/USD.
Perbedaan waktu dan sumber kurs
Website agregator dapat menggunakan kurs mata uang dari sumber yang berbeda. Ada yang mengambil data secara langsung dari pasar, sementara yang lain menggunakan kurs acuan atau hasil konversi tertentu.
Jika harga Bitcoin dan kurs rupiah diperbarui pada waktu yang berbeda, hasil perhitungan juga bisa menyimpang. Hal ini penting diperhatikan ketika membandingkan angka dari bursa internasional dengan platform yang melayani pasar Indonesia.
Perbedaan Metodologi Website Pemantau Harga
Tidak semua website yang menampilkan harga Bitcoin mengambil angka langsung dari satu bursa. Sebagian menggabungkan data dari sejumlah pasar untuk menghasilkan harga acuan yang dianggap lebih representatif.
Harga bursa dan harga agregat
Harga bursa berasal dari aktivitas perdagangan pada platform tertentu. Sementara itu, harga agregat dapat dihitung berdasarkan gabungan harga dari beberapa bursa dengan metode tertentu, misalnya rata-rata tertimbang berdasarkan volume.
Dalam metode rata-rata tertimbang, pasar dengan volume yang lebih besar dapat memiliki pengaruh lebih besar terhadap harga acuan. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada bursa yang disertakan, kualitas data, pasangan perdagangan, dan aturan penyaringan yang digunakan.
Sebagai referensi pembanding, coinmico dapat digunakan untuk menelusuri data pasar dan mempelajari cara penyedia data menyajikan informasi harga kripto. Saat membaca angka yang ditampilkan, periksa metodologi, cakupan sumber, serta waktu pembaruan agar perbandingan tidak hanya didasarkan pada nilai yang terlihat di layar.
Jeda pembaruan data
Harga Bitcoin dapat berubah dalam hitungan detik ketika transaksi baru terjadi. Namun, tidak semua platform menerima dan memproses data dengan kecepatan yang sama.
Satu website mungkin menampilkan transaksi terbaru, sedangkan website lain masih menggunakan data beberapa detik sebelumnya. Dalam kondisi pasar yang bergerak cepat, jeda tersebut cukup untuk menghasilkan perbedaan harga yang terlihat jelas.
Periksa keterangan waktu pembaruan, terutama ketika menggunakan data untuk laporan, artikel berita, atau analisis historis. Harga yang tidak diperbarui secara bersamaan sebaiknya tidak dibandingkan seolah-olah berasal dari satu momen yang identik.
Arbitrase dan Mengapa Selisih Harga Tidak Selalu Hilang
Perbedaan harga antarbursa menciptakan peluang arbitrase, yaitu aktivitas memanfaatkan selisih harga aset yang sama di pasar berbeda. Secara sederhana, pelaku arbitrase dapat membeli di pasar dengan harga lebih rendah dan menjual di pasar dengan harga lebih tinggi.
Namun, peluang tersebut tidak selalu menghasilkan keuntungan bersih. Biaya perdagangan, biaya penarikan, waktu pemindahan aset, batas transaksi, dan perubahan harga selama proses berlangsung dapat mengurangi atau menghapus selisih yang terlihat.
Hambatan dalam menyamakan harga
Perpindahan Bitcoin antarbursa membutuhkan proses transaksi jaringan dan konfirmasi sesuai mekanisme blockchain. Selama menunggu, harga di salah satu atau kedua pasar dapat berubah.
Selain itu, tidak semua pengguna memiliki akses ke seluruh bursa atau dapat memindahkan dana dengan cepat. Pemeriksaan identitas, batas penarikan, ketersediaan pasangan perdagangan, dan ketentuan operasional juga dapat menjadi hambatan.
Aktivitas arbitrase dapat membantu mengurangi selisih harga ketika pelaku pasar merespons perbedaan tersebut. Meski demikian, selisih kecil masih dapat bertahan karena biaya dan hambatan perdagangan tidak selalu sebanding dengan nilai peluang yang tersedia.
Cara Membandingkan Harga Bitcoin dengan Lebih Akurat
Sebelum menilai perbedaan harga sebagai anomali, pastikan angka yang dibandingkan menggunakan dasar pengukuran yang sama. Perhatikan beberapa hal berikut.
- Samakan pasangan perdagangan. Bandingkan BTC/IDR dengan BTC/IDR atau BTC/USDT dengan BTC/USDT, bukan pasangan yang berbeda tanpa memperhitungkan kurs konversinya.
- Periksa waktu pembaruan. Pastikan kedua data berasal dari rentang waktu yang berdekatan.
- Bedakan harga terakhir dan harga eksekusi. Periksa harga beli terbaik, harga jual terbaik, serta kedalaman order book.
- Perhatikan spread dan biaya. Selisih harga yang terlihat belum tentu mencerminkan perbedaan biaya transaksi secara keseluruhan.
- Baca metodologi penyedia data. Ketahui apakah angka berasal dari satu bursa, rata-rata beberapa pasar, atau perhitungan agregat.
- Gunakan sumber pembanding. Ketika memeriksa harga kripto hari ini, cocokkan data dengan beberapa sumber dan catat waktu pengambilannya.
Kebiasaan tersebut berguna untuk membedakan selisih harga yang wajar dari perbedaan yang mungkin disebabkan oleh data terlambat, pasar yang kurang likuid, atau metode perhitungan yang tidak sama. Dengan memahami konteksnya, angka harga Bitcoin dapat dibaca sebagai informasi pasar yang memiliki batasan, bukan sebagai nilai tunggal yang selalu identik di seluruh platform.