Dalam dunia investasi saham, istilah rekomendasi saham “blue chip” sering kali muncul sebagai pilihan utama bagi para investor, baik yang baru memulai maupun yang sudah berpengalaman. Saham blue chip dikenal sebagai saham unggulan dengan reputasi tinggi dan kinerja yang stabil.
Namun, apa sebenarnya saham blue chip, dan apa saja kelebihannya? Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai saham blue chip serta alasan mengapa banyak investor menjadikannya pilihan utama.
Apa Itu Saham Blue Chip?
Saham blue chip adalah saham dari perusahaan besar yang memiliki fundamental kuat, pendapatan stabil, serta reputasi yang baik di industri tempat mereka beroperasi. Istilah “blue chip” berasal dari permainan poker, di mana chip berwarna biru memiliki nilai tertinggi.
Dalam dunia investasi, saham blue chip diibaratkan sebagai aset bernilai tinggi yang menawarkan stabilitas serta prospek jangka panjang yang baik.
Ciri-ciri utama saham blue chip meliputi:
- Kapitalisasi Pasar Besar: Perusahaan dengan saham blue chip biasanya memiliki kapitalisasi pasar yang sangat besar, sering kali mencapai ratusan triliun rupiah.
- Reputasi dan Kepercayaan Publik: Saham ini diterbitkan oleh perusahaan dengan brand yang sudah dikenal luas dan memiliki loyalitas pelanggan tinggi.
- Kinerja Keuangan yang Stabil: Saham blue chip berasal dari perusahaan yang memiliki pendapatan konsisten, laba bersih yang sehat, serta arus kas yang kuat.
- Pembagian Dividen Rutin: Perusahaan penerbit saham blue chip sering kali membagikan dividen secara rutin kepada investornya.
Beberapa contoh saham blue chip di Indonesia antara lain:
- Bank Central Asia (BBCA)
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
- Telkom Indonesia (TLKM)
- Astra International (ASII)
- Unilever Indonesia (UNVR)
Kelebihan Saham Blue Chip
Saham blue chip sendiri memiliki banyak sekali kelebihan dibandingkan jenis saham biasa. Berikut adalah kelebihannya.
1. Stabilitas Harga yang Relatif Tinggi
Salah satu alasan utama investor memilih saham blue chip adalah karena stabilitasnya. Meskipun harga saham tetap bisa naik dan turun, saham blue chip cenderung lebih tahan terhadap gejolak pasar dibandingkan saham lainnya.
2. Risiko Lebih Rendah
Dibandingkan saham-saham kecil atau saham gorengan, saham blue chip memiliki risiko yang lebih rendah. Perusahaan yang menerbitkan saham ini sudah terbukti mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi, sehingga kecil kemungkinan mengalami kebangkrutan atau volatilitas ekstrem.
3. Likuiditas Tinggi
Saham blue chip memiliki volume perdagangan yang besar, sehingga sangat likuid. Artinya, investor bisa dengan mudah membeli dan menjual saham ini di pasar tanpa khawatir kesulitan menemukan pembeli atau penjual.
4. Pembagian Dividen yang Konsisten
Banyak saham blue chip dikenal sebagai saham dividen, yang berarti mereka membagikan keuntungan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Dividen ini biasanya dibayarkan secara berkala, baik per kuartal atau per tahun. Ini menjadikan saham blue chip menarik bagi investor yang mencari pendapatan pasif.
5. Fondasi yang Kuat untuk Investasi Jangka Panjang
Saham blue chip cocok untuk investasi jangka panjang karena berasal dari perusahaan yang terus berkembang dan memiliki strategi bisnis yang matang.
6. Perlindungan dari Inflasi
Karena berasal dari perusahaan besar dengan daya tahan tinggi, saham blue chip dapat berfungsi sebagai perlindungan terhadap inflasi. Nilai saham ini cenderung meningkat seiring waktu, mengikuti pertumbuhan ekonomi dan kenaikan harga barang dan jasa.
Bagi para investor pemula, rekomendasi saham blue chip bisa menjadi titik awal yang aman untuk membangun portofolio investasi. Tertarik investasi di saham blue chip? Kini Anda bisa menemukannya dengan mudah di aplikasi GROWIN by Mandiri Sekuritas.