Mengikuti tender proyek pemerintah maupun swasta tidak cukup hanya menyiapkan penawaran harga dan dokumen administrasi. Dalam banyak pengadaan, peserta juga harus menyediakan jaminan tertentu sebagai bukti keseriusan sekaligus perlindungan bagi pemilik pekerjaan. Salah satu bentuk jaminan yang sering digunakan adalah surety bond.
Bagi kontraktor atau perusahaan yang baru mengikuti tender, istilah seperti bid bond, performance bond, advance payment bond, hingga maintenance bond terkadang membingungkan. Masing-masing memiliki fungsi, waktu penggunaan, nilai jaminan, serta persyaratan dokumen yang berbeda.
Pemilihan jasa surety bond juga perlu dilakukan secara cermat. Bukan hanya soal proses penerbitan yang cepat, tetapi juga memastikan penerbit dan produk penjaminannya sesuai kebutuhan proyek serta ketentuan yang berlaku.
Mengenal Surety Bond dalam Pengadaan Proyek
Surety bond merupakan bentuk penjaminan yang melibatkan tiga pihak, yaitu principal atau pihak yang dijamin, obligee atau penerima jaminan, serta surety sebagai pihak penjamin. Dalam konteks pengadaan, principal umumnya adalah kontraktor atau penyedia barang dan jasa, sedangkan obligee dapat berupa pemilik proyek atau pemberi pekerjaan.
Secara sederhana, surety bond memberikan perlindungan kepada obligee apabila principal tidak memenuhi kewajiban sebagaimana yang telah disepakati dalam kontrak. OJK menjelaskan surety bond sebagai penjaminan pengadaan barang dan/atau jasa yang pada prinsipnya melibatkan tiga pihak tersebut.
Skema ini berbeda dari pinjaman. Surety bond pada dasarnya merupakan instrumen penjaminan atas kewajiban kontraktual, sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan jenis risiko yang hendak dijamin.
Mengapa Tender Membutuhkan Jaminan?
Jaminan tender membantu mengurangi risiko bagi pemilik pekerjaan. Ketika sebuah perusahaan menyatakan sanggup mengerjakan proyek, pemberi pekerjaan tentu membutuhkan dasar untuk menilai keseriusan dan kemampuan kontraktor tersebut.
Pada tahap tender, jaminan yang umum dikenal adalah bid bond atau jaminan penawaran. Setelah perusahaan ditetapkan sebagai pemenang dan kontrak mulai berjalan, jenis jaminan dapat berubah menjadi performance bond, advance payment bond, atau maintenance bond sesuai persyaratan pekerjaan.
Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya bertanya mengenai harga penerbitan jaminan. Dokumen tender harus dibaca terlebih dahulu agar jenis, nilai, penerima jaminan, masa berlaku, dan ketentuan pencairannya benar-benar sesuai.
Jenis Surety Bond yang Sering Digunakan
Setiap jenis jaminan mempunyai fungsi yang berbeda. Kesalahan memilih jenis jaminan dapat menyebabkan dokumen tidak sesuai dengan persyaratan tender.
Bid Bond atau Jaminan Penawaran
Bid bond digunakan untuk menjamin keseriusan perusahaan ketika mengikuti tender. Jaminan ini berkaitan dengan komitmen peserta untuk mempertahankan penawarannya dan memenuhi ketentuan apabila ditetapkan sebagai pemenang.
Besaran dan masa berlaku bid bond tidak boleh ditentukan secara sembarangan. Peserta tender harus mengikuti angka serta periode yang tercantum dalam dokumen pengadaan.
Performance Bond atau Jaminan Pelaksanaan
Setelah memenangkan tender, kontraktor biasanya menghadapi kewajiban menyediakan jaminan pelaksanaan. Fungsinya adalah memberikan perlindungan kepada pemilik proyek apabila kontraktor gagal memenuhi kewajiban pekerjaan sesuai kontrak.
Dalam praktiknya, performance bond berkaitan dengan penyelesaian pekerjaan, spesifikasi teknis, jadwal, dan kewajiban lain yang telah disepakati. Besaran jaminan harus mengikuti ketentuan kontrak atau dokumen pengadaan.
Advance Payment Bond atau Jaminan Uang Muka
Tidak semua proyek memberikan uang muka. Jika uang muka diberikan kepada kontraktor, pemilik pekerjaan dapat mensyaratkan jaminan uang muka.
Tujuannya adalah memberikan perlindungan apabila kontraktor gagal melaksanakan kewajibannya sehingga uang muka yang telah diberikan perlu dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan kontrak. Situs penyedia layanan tersebut mencantumkan advance payment bond sebagai salah satu produk jaminan yang tersedia.
Maintenance Bond atau Jaminan Pemeliharaan
Jaminan pemeliharaan berkaitan dengan masa pemeliharaan setelah pekerjaan selesai. Jaminan ini memberikan perlindungan terhadap kewajiban kontraktor untuk memperbaiki atau memenuhi tanggung jawab tertentu selama periode pemeliharaan sebagaimana tercantum dalam kontrak.
Nilai dan periode maintenance bond harus merujuk pada dokumen pekerjaan. Jangan menggunakan angka atau masa berlaku dari proyek lain karena setiap kontrak dapat memiliki persyaratan berbeda.
Surety Bond dan Bank Garansi Tidak Sama
Surety bond sering disandingkan dengan bank garansi karena keduanya dapat digunakan sebagai instrumen penjaminan dalam proyek. Namun, penerbit dan mekanismenya berbeda.
Bank garansi diterbitkan oleh bank atas permintaan principal kepada beneficiary. Sementara itu, surety bond diterbitkan oleh perusahaan asuransi atau surety sebagai bentuk penjaminan kepada pihak penerima jaminan. Perbedaan tersebut membuat perusahaan perlu memastikan terlebih dahulu bentuk jaminan yang dipersyaratkan oleh pemilik proyek.
Dalam regulasi OJK, penjaminan bank garansi atau kontra bank garansi juga dikenal sebagai salah satu kegiatan usaha perusahaan penjaminan. Artinya, kontra bank garansi merupakan penjaminan yang dibutuhkan untuk memperoleh bank garansi.
Karena karakteristiknya berbeda, penggunaan jasa bank garansi sebaiknya tidak diputuskan hanya berdasarkan pertimbangan biaya. Perusahaan perlu melihat siapa penerbit yang dipersyaratkan, format dokumen, nilai jaminan, masa berlaku, serta ketentuan yang tercantum dalam tender atau kontrak.
Persyaratan yang Perlu Disiapkan
Proses penerbitan jaminan membutuhkan dokumen pendukung untuk menilai profil dan kemampuan perusahaan. Berdasarkan informasi layanan yang tersedia, beberapa dokumen yang umum diminta antara lain company profile, legalitas perusahaan, laporan keuangan dua tahun terakhir, pengalaman pekerjaan, serta dokumen proyek.
Untuk bid bond, misalnya, dokumen lelang atau tender menjadi bagian penting dari pengajuan. Sementara performance bond dapat membutuhkan surat penunjukan pemenang, SPPBJ, SPK, SPMK, atau kontrak.
Pada advance payment bond, dokumen seperti kontrak, purchase order, letter of intent, atau work order dapat diperlukan. Adapun maintenance bond biasanya berkaitan dengan kontrak dan berita acara serah terima pekerjaan atau BAST.
Jangan Menunggu Sampai Batas Akhir Tender
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah perusahaan baru mengurus jaminan ketika batas pemasukan dokumen tender sudah dekat. Padahal, proses pemeriksaan dokumen dan penerbitan membutuhkan waktu.
Langkah yang lebih aman adalah mengidentifikasi kebutuhan jaminan sejak dokumen tender diterima. Tandai nominal, beneficiary, tanggal mulai berlaku, tanggal berakhir, format jaminan, serta klausul khusus yang harus tercantum.
Contoh Penggunaan dalam Proyek
Misalnya sebuah perusahaan konstruksi mengikuti tender pembangunan gedung. Panitia meminta bid bond sebagai bagian dari dokumen penawaran. Perusahaan kemudian menyiapkan dokumen tender dan mengajukan jaminan dengan nilai serta masa berlaku sesuai persyaratan.
Jika perusahaan memenangkan tender, kebutuhan jaminan dapat berlanjut ke tahap performance bond. Apabila proyek memberikan uang muka, advance payment bond mungkin juga diperlukan. Setelah pekerjaan selesai dan memasuki masa pemeliharaan, kontraktor dapat kembali diminta menyediakan maintenance bond.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa jaminan bukan sekadar dokumen administratif. Jenis jaminan mengikuti tahapan dan kewajiban yang muncul dalam hubungan kontraktual.
Cara Memilih Penyedia Jaminan
Ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa sebelum menggunakan layanan penerbitan surety bond atau bank garansi.
Pertama, pastikan produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan tender. Kedua, periksa legalitas dan kapasitas pihak yang menerbitkan atau menyediakan penjaminan. OJK sendiri memiliki ketentuan terkait produk suretyship dan pengelolaan risikonya, termasuk pengaturan mengenai suretyship dan kontra bank garansi.
Ketiga, jangan hanya membandingkan biaya. Kejelasan proses, kelengkapan dokumen, kesesuaian format jaminan, dan kemampuan memahami kebutuhan proyek juga penting.
Keempat, periksa kembali seluruh informasi sebelum dokumen diterbitkan. Nama principal, obligee, nilai jaminan, nomor kontrak, masa berlaku, serta uraian pekerjaan harus sesuai dengan dokumen tender atau kontrak.
Informasi layanan yang tersedia juga menunjukkan adanya dukungan untuk berbagai kebutuhan jaminan, termasuk bid bond, performance bond, advance payment bond, maintenance bond, serta beberapa perlindungan terkait pekerjaan konstruksi seperti Contractor’s All Risk (CAR), Erection All Risk (EAR), dan Comprehensive General Liability (CGL).
Bagi perusahaan yang rutin mengikuti tender pemerintah maupun swasta, memahami perbedaan setiap instrumen jaminan akan membantu mempercepat proses administrasi sekaligus mengurangi risiko dokumen ditolak karena tidak sesuai persyaratan. Pilihan antara surety bond dan bank garansi pada akhirnya harus mengikuti kebutuhan proyek, ketentuan tender, serta pihak yang dipersyaratkan sebagai penerbit jaminan.